Cara Mengontrol Seberapa Banyak Anda Berbicara

Kata-kata yang kita ucapkan setiap harinya memiliki beban tanggung jawab dan bisa saja berpengaruh besar. Sadarlah teman-teman. Kita bertanggung jawab atas apa yang kita katakan (terlepas dari apa yang memicunya), Karena kata-kata mampu meninggalkan kesan yang abadi ( positif atau negatif ) pada pikiran pendengarnya. Lebih baik banyak nulis blog seperti mba Baiq Rosmala dan blogger lainnya.

Teman-teman, Ada yang harus kita sadari bahwa berbicara terlalu banyak hingga keluar dari pembahasan atau berbicara tanpa memperdulikan bagaimana kita memiliih kata adalah sebuah sifat yang harus segera kita perbaiki.

Janganlah menjadi tipe orang yang terlalu banyak mengeluarkan suara. Kata pepata “Dengarkan lebih dari yang Anda ucapkan”. Dan ketika Anda berbicara, pilihllah kata-kata dengan tepat.

Oke, pada tulisan ini, Saya mencoba membahas panduan untuk dapat mengontrol seberapa banyak kita berbicara.

 

• Hanya berbicara ketika itu penting

Ada sebuah ungkapan, “Berbicara terlalu banyak membuat orang kehilangan pekerjaan”.
Alasannya karena pada dasarnya tidak ada kita yang ingin mendengarkan ‘orang yang banyak bicara’.

Ini tentu tidak menguntungkan karena apa pun yang Anda katakan tidak akan didengar karena biasanya pendengar akan berhenti memperhatikan Anda.

Untuk menghindari ini, ada beberapa hal. Anda harus tahu apa yang ingin Anda katakan dan bagaimana cara yang paling jelas serta singkat untuk mengatakannya. Pertimbangkan dengan baik apakah perkataan yang Anda ingin katakan itu penting. Jika tidak, lebih baik Anda hanya mendengarkan.

 

• Ingat selalu ada hari esok

Sudah berapa kali Anda mengungkapkan sesuatu atau mengungkapkan isi pikiran dan kemudian berharap bahwa Anda tidak melukannya? Mulai sekarang, kita semua harus tau dan rela menutup mulut saat belum waktunya.

Berhentilah, tarik napas dalam-dalam, analisa situasi dan pikirkan apakah waktunya tepat untuk berbicara.

 

• Hindari berbicara berlebihan

Di dalam pertemuan, beberapa orang berbicara hanya untuk menunjukkan kedalaman atau pengetahuan mereka tentang apa yang sedang dibicarakan. Ini tidak selalu merupakan hal yang buruk. Tetapi seiring waktu, orang-orang seperti itu kadang mulai mencoba memonopoli diskusi.
Berbicaralah untuk berdiskusi, tetapi ingat untuk tidak berlebihan dan mengesampingkan orang lain.

Pola pikir seperti ini membantu Anda untuk mempertimbangkan banyak hal, sehingga Anda mampu mengeluarkan pembicaraan yang memang berkualitas tanpa menipu diri Anda sendiri hanya untuk membuat orang lain terkesan.

 

• Berbicaralah ketika mendesak

Saat Anda membutuhkan bantuan, bicaralah. Jangan menderita dalam keheningan. Beri tahu keluarga Anda atau orang-orang yang Anda anggap teman dekat tentang itu. Sesegera mungkin, langsung. Pilih kata-kata yang paling baik untuk menyampaikan apa yang sedang Anda alami tanpa harus berdebat.

 

• Tetap tenang

Banyak dari kita, menjadi ‘orang yang banyak bicara’ adalah demi membuat orang lain menyukai kita, berbicara tentang semua hal, berusaha terlihat menarik. Di lain sisi, hal tersebut mungkin bisa dianggap sebagai kelebihan. Namun apapun alasannya, hal itu harus dibatasi.

Dalam beberapa situasi, kita kadang banyak bicara untuk menutupi ketidakstabilan emosi atau kecemasan kita, contohnya ketika kita harus berbicara dengan orang banyak atau selama wawancara. Dalam situasi seperti ini, hal terbaik yang harus dilakukan adalah tetap tenang.

Cobalah sebaik yang Anda bisa untuk mengingat bahwa Anda dapat melakukannya tanpa harus terburu-buru atau berbicara terlalu banyak. Setiap kali Anda berbicara terlalu banyak, jeda dan cobalah untuk mendapatkan kembali kendali diri Anda.

 

• Dengarkan orang lain

Menjadi orang yang banyak bicara memiliki banyak kekurangan. Pertama, Anda akan menemukan diri Anda berbicara tentang hal-hal yang tidak relevan atau sesuai dengan diri Anda, terus-menerus menyimpang dari topik utama. Selain itu, orang akan merasa sulit mempercayai Anda karena mereka merasa Anda seorang blabbermouth(Tukang Ghibah/Gosip :D).

Untuk menghilangkan kebiasaan ini, berubahlah dengan lebih banyak menjadi pendengar daripada pembicara. Ketika Anda harus membalas, lakukanlah setelah memikirkan apa yang sedang dibicarakan dan juga bagaimana menanggapi tanpa memberikan terlalu banyak omongan.


Nah sampai sini saja poitnnya, Intinya: Berubahlah, dunia ini terus bergerak. Teruslah mengasah diri sendiri untuk menjadi lebih baik. Semoga tercerahkan, semoga bermanfaat untuk Anda dan untuk saya pribadi.
Sekian, dari saya artikel “Cara Mengontrol Seberapa Banyak Anda Berbicara” kali ini.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

You May Also Like

About the Author: Irvan Maulana

Seorang pemula yang bermimpi sampai diatas bersama orang-orang disekitarnya. Termasuk Anda yang membaca :)

2 Comments

  1. Bener banget untuk poin pendengar yang akan berhenti memperhatikan kita kalau kita terlalu banyak bicara, karena gue gitu ke temen yang banyak bicara. Awalnya enak aja sih mengikuti alur pembicaraan, tapi makin lama, pembicaraannya yang banyak itu jadi kemana-mana, dan sampai di titik gue malas untuk memperhatikannya.

    Cuma kadang ada kalanya juga sih jadi orang yang banyak bicara itu disenangi banyak orang, ya tetap yang dibicarakannya gak asal-asalan. Lantaran punya temen yang banyak bicara itu biasanya mudah masuk ke suatu pergaulan. Trus juga jadi temen yang gak bikin suasana sepi atau canggung kan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *